Kamis, 27 Oktober 2016

Nempel Iklan di Masjid ?

Bagaimana Hukum menempel Iklan di Masjid



Apa hukum iklan umrah di masjid? Saya lihat banyak travel haji & umrah nempel iklan di masjid.


Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih dijelaskan rincian hukum mengenai pengumuman di masjid,

فتعليق الإعلانات في المساجد على أقسام:

الأول: أن يكون الإعلان من باب الدلالة على الخير كالإعلان عن فتح روضة إسلامية للأطفال فلا ينبغي أن يشك في جوازه، لأن كونه دلالة على الخير يدخل فيما بنيت له المساجد.

Omah Herbal Jogja 2


Sobat Pebisnis jogja
Ada info baru nih...tentang Toko herbal di Jogja
Omah herbal mumtaaz buka cabang lagi nih..
secara resmi Buka  Hari senin 24 Oktober 2016 / 23 Muharram 1438 H
sebelumnya di  Glagah Tamanan Banguntapan Bantul
 http://sekilas-infoo.blogspot.co.id/2015/03/omah-herbal-mumtaaz-yogyakarta.html

Usaha Yang Halal

artikel usaha yang halal
oleh : Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi




Allah menghalalkan yang baik-baik kepada para hambaNya dan mengharamkan kepada mereka yang jelek-jelek. Seorang usahawan muslim tentu saja tidak bisa keluar dari bingkai aturan ini, meskipun terbukti ada keuntungan dan hal yang menarik serta menggiurkan baginya. Seorang usahawan muslim tidak seharusnya tergelincir hanya karena mengejar keuntungan sehingga membuatnya berlari dari yang dihalalkan oleh Allah dan mengejar yang diharamkan oleh Allah. Padahal segala yang dihalalkan dapat menjadi kompensasi yang baik dan penuh berkah. Segala yang disyariatkan oleh Allah dapat menggantikan apapun yang diharamkan oleh Allah.

Berdagang komoditi yang diharamkan seperti minuman keras, bangkai, daging babi, perdagangan riba dan sejenisnya, tidak akan membuat pengusaha muslim yang jujur berpaling dari Rabbnya apalagi harus menjebloskan diri ke dalam semua perniagaan ha-ram tersebut atau menjadikannya sebagai sumber usahanya.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan keistime-waan seorang usahawan muslim yang seluruh aktivitasnya bertolak dari kaidah halal dan haram, yang seluruh usahanya dilakukan dengan mendendangkan syiar mencari keridhaan Allah sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, kalangan pelaku usaha lainnya tidak memperdulikan kebaikkan maupun keburukkan usaha yang dijalaninya. Dalam pandangan mereka sama saja proyek perjudian dengan proyek pembangunan. Karena mereka telah mencampakkan tata nilai, agama dan etika secara total dari paradigma pemikiran ekonomi mereka.

Padahal ikatan ini bisa membentuk tatanan yang bersih dalam aktivitas usaha ketika itu dilakukan oleh tangan-tangan yang terbimbing cahaya Ilahi, diprakarsai oleh orang-orang ber-iman yang selalu mengharapkan rahmat Allah dan takut terhadap siksaNya. Sehingga mereka tidak akan terjerumus karena menge-jar kenikmatan instan atau jatah dunia yang bersifat sementara. Mereka mencukupkan diri dengan jatah yang ditentukan oleh Allah dan Rasulnya, karena yang halal itu sudah terlalu luas buat diri mereka.

Oleh sebab itu, di tangan pengusaha muslim harta tidak akan berubah menjadi alat perusak kehidupan masyarakat, yang menghancurkan rumah yang sejahtera, dan merusakan generasi yang dilahirkan. Tidak, tetapi harta itu akan berfungsi sebagai-mana yang dikehendaki oleh Allah, Rabb dari sekalian makhluk. Menjadi sebuah energi yang memancar, tumbuh dan berkembang. Sebuah kekuatan yang mengandung berbagai kebajikan dan karunia. Menjaga mata air yang selalu memancarkan berkah dan kenik-matan. Sehingga seluruh umat merasa bahagia. Karena keuntungan usaha tersebut dapat dirasakan oleh seluruh umat.

Allah berfirman:

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharam-kan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolong-nya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang ber-untung.” (Al-A”raf: 157).

Allah juga berfirman:

“Katakanlah, “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keber-untungan.” (Al-Maidah: 100).

Ungkapan “yang buruk” bisa berlaku bagi ucapan, ketetapan dan perbuatan, atau sikap penolakan yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya.

Sumber : Alsofwah.or.id
Read more http://pengusahamuslim.com/111-usaha-yang-halal.html

Sabtu, 15 Oktober 2016

4 Tipe Konsumen di Bisnis Online? Kenali Dulu Sebelum Memulai

Melayani berbagai macam permintaan konsumen sudah menjadi makanan sehari-hari bagi setiap pelaku bisnis online. Ada tipe konsumen yang ramah dan langsung order, ada yang banyak tanya nggak transfer-transfer, dan ada pula yang hanya iseng-iseng searching untuk mendapatkan informasi perbandingan harga di dunia maya. Tentu sebagai pelaku bisnis online kamu pernah menemui tipe konsumen semacam itu. Karenanya, agar tak salah langkah dalam memberikan pelayanan, kamu perlu mengenal 4 tipe konsumen di bisnis online untuk bisa memenangkan persaingan pasar.