Pengusaha Muslim Yogyakarta
Wadah komunikasi dan silaturahmi para pengusaha muslim Yogyakarta dan sekitarnya.
Mukadimah
Pengusaha Muslim Yogyakarta (PMY) adalah wadah komunikasi dan silaturahmi para Pengusaha Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Baik yang memiliki usaha yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang memiliki jaringan usaha secara langsung di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Group ini didirikan pada tanggal 12 Mei 2014. Diawali dari chat group Whats App kemudian berkembang menjadi komunitas dengan berbagai kegiatan pengembangan bisnis. Beberapa kegiatannya justru berasal dari aspirasi membernya seperti menyelenggarakan kelas bisnis, kunjungan ke berbagai tempat usaha, kopdar, sharing berbagai permasalahan bisnis, kajian keislaman dan bisnis, dan berbagai kegiatan yang lain. PMY ada untuk mempermudah bukan membuat sesuatu menjadi lebih rumit. Semangatnya solutif kontributif, bukan menciptakan ketergantungan dan merugikan. Memfasilitasi para member untuk saling berbagi peluang dan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi. Memfasilitasi para member untuk bertemu dengan sumber-sumber potensial dalam rangka mengatasi berbagai persoalan usaha hingga mampu melakukan perubahan sendiri. PMY tumbuh seiring dengan pertumbuhan usaha membernya.
Asal Mula
Sharing aja…
Pengalaman mendampingi Pelaku Usaha/ Industri Kecil dan Menengah di Kota Yogyakarta. Salah satu tugas Saya sebagai seorang Konsultan Diagnosis bagi Industri kecil dan Menengah adalah melakukan diagnosa usaha. Mirip seorang dokter yang melakukan observasi dan uji lab untuk memahami kondisi eksisting orang yang di diagnosis. Dari masalah yang sifatnya strategis sampai hal-hal yang sifatnya teknis. Semua dipotret untuk menentukan tindakan tepat dan rencana perbaikan yang harus dilakukan.
Ilmu manajemen bisnis yang diperoleh saat kuliah dan pelatihan selalu dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat solutif. Namun, biasanya terkait dengan upaya optimalisasi proses bisnis yang sudah ada. Bukan terkait dengan hal-hal yang sifatnya fundamental dan revolusioner. Sehingga sering dan lebih banyak memberikan saran perbaikan parsial dan teknis daripada aspek fundamental bisnisnya.


Misalnya:
permasalahan utama sebenarnya adalah masalah legalitas usaha tapi kita hanya bisa memberikan saran memperbaiki metode kerja dan meningkatkan produktifitas. Sekilas nampak solutif dan memberikan harapan perubahan yang signifikan dalam usaha mereka. Tapi, selama persoalan terbesar belum. Diselesaikan tidak akan mampu memberikan perubahan yang signifikan. Ibarat bendungan jebol sehingga air meluap sampai masuk ke rumah dan menenggelamkan area sawah.
Maka yang kita lakukan adalah bagaimana supaya air tidak masuk rumah dengan menumpuk karung-karung pasir di sekitar rumah. Sehingga kadang dengan segala keterbatasan langkah aksi tersebut kadangkala saya merasa gagal dalam mendampingi para pelaku usaha tersebut. Persoalan yang terpenting bahkan tidak mendapatkan solusi. Akhirnya, ada tidaknya keberadaan saya ditengah-tengah pelaku usaha yang saya dampingi selama ini tidak ada bedanya. Astaghfirullah…
Hal inilah yang mendasari motivasi saya membuat chat group di WhatsApp. Lebih mudah memahamkan berbagai persoalan fundamental jika membangun komunikasi intensif seperti ini. Agar pelaku usaha bisa memiliki kesadaran utuh bahwa persoalan terbesar ada pada hal-hal fundamental bukan pada hal-hal yang sifatnya “meningkatkan kecepatan usaha” semata.
Hal-hal yang sifatnya fundamental itu antara lain:
Aqidah, termasuk di dalamnya konsep sahih terkait rizqi.
Keterikatan pada hukum Syara’, terkait halal dan haram. Pilihan bisnis.
Qimatul ‘amal, terkait nilai yang ingin dicapai dlm bisnis.
Sunnatullah Bisnis
Visi
Menjadi Komunitas Pengusaha Muslim yang paling banyak memberi manfaat bagi seluruh manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih